Perbedaan antara budaya Cina dan barat

Anonim

Budaya China vs Barat

Perbedaan utama antara budaya Tionghoa dan Barat adalah bahwa China adalah negara oriental, dan budaya tradisionalnya sangat berbeda dari warisan barat. Budaya Tiongkok lebih tua dari 5000 tahun, dan orang Tionghoa telah mengembangkan musik, alat musik, teknik melukis, pengobatan tradisional China, dan tidak lupa, metode memasak dll - sama sekali berbeda dan unik bila dibandingkan dengan budaya Barat. Orang Cina percaya pada makan sehat, dan memiliki pendekatan holistik terhadap kesehatan. Budaya Barat lebih maju, dan menyukai petualangan dan eksplorasi. Orang Cina lebih fokus pada keuntungan kolektif daripada keuntungan individu dengan membuat keputusan yang tepat, dan percaya untuk mengadopsi jalan tengah untuk menghindari ekstremisme.

Orang Barat menemukan kompleks budaya Tiongkok, dan sulit dimengerti, karena budaya Tiongkok memiliki nilai, latar belakang dan sistem kepercayaan tersendiri. Orang Cina sangat ramah dan membantu orang asing, dibandingkan orang Barat yang tidak akan pernah bisa menghibur orang asing. Budaya Barat memiliki gaya hidup yang kaya dan mewah, namun orang Tionghoa kebanyakan memiliki cara hidup sederhana, misalnya, rata-rata, orang Cina mungkin memiliki ruang tamasya tidak lebih dari 40 kaki persegi. Orang Cina menggunakan nama tuannya, dan sangat bermoral untuk menghindari kenakalan publik. Budaya Barat memiliki kebebasan untuk mengekspresikannya secara bebas. Bila dibandingkan dengan budaya Barat, budaya Tionghoa sangat berbeda, karena mereka menghargai hubungan lebih banyak daripada rekan-rekan Barat mereka.

Ada perbedaan besar antara filosofi utama kehidupan timur dan barat. Orang Barat percaya pada dedikasi diri untuk mencapai tujuan sukses dan kebahagiaan, dan lain-lain, sedangkan orang Cina memiliki etika perilaku, dan bergantung pada dunia batin mereka dan persepsi akan kekambuhan kekal. Pendekatan Barat adalah mencari di luar diri Anda sendiri, sedangkan orang Cina lebih suka mengadopsi pendekatan sistematis, dan mencari di dalam diri mereka sendiri.

Kebahagiaan sejati dalam masyarakat Barat didasarkan pada pendekatan materialistik, sedangkan orang Tionghoa percaya bahwa kebahagiaan sejati dicapai dengan intervensi batin, karena kebenaran adalah kunci kebahagiaan dan kebahagiaan abadi. Masyarakat Barat percaya pada individualisme, sedangkan budaya Tionghoa memiliki kepercayaan terhadap kolektivisme dan hubungan fundamental dengan orang lain. Orang Barat diliputi oleh pendekatan pragmatis, materialistis dan emosional dibandingkan dengan orang Tionghoa, yang memiliki pendekatan misionaris dan spiritual lebih banyak terhadap kehidupan. Orang Barat menganalisa dan orang China bermeditasi. Orang Cina percaya pada kebajikan dan orang Barat percaya pada etika nilai.

Ringkasan:

1. Orang Barat percaya pada individualisme, dan orang Cina percaya pada kolektivisme.

2. Budaya Barat memiliki kebebasan untuk mengekspresikan kasih sayang secara bebas, sedangkan budaya Tionghoa puritan.

3. Filosofi Barat dan Cina unik dan sama sekali berbeda satu sama lain.

4. Orang Cina percaya pada hubungan, dan mencari kebahagiaan dan kebahagiaan batin melalui meditasi.

5. Budaya Barat percaya pada pendekatan materialistik, dan memiliki sikap pragmatis dan emosional.