Perbedaan Antara Kuman dan Bakteri Perbedaan Antara

Anonim

Kuman vs Bakteri

Mikroorganisme sangat luas dan memiliki banyak klasifikasi. Mikroorganisme atau mikroba dapat diklasifikasikan sebagai bakteri, protozoa, virus, jamur, archaea, protista, plankton, dan planarian. Mikroba ini bisa dilihat hanya melalui mikroskop. Ini sangat menit. Mereka juga bisa bermanfaat atau berbahaya bagi manusia, hewan, tumbuhan, dan bentuk organisme lainnya.

Sebagian besar waktu, orang menggunakan kata "kuman" dan "bakteri" pada saat bersamaan. Sebagian besar waktu, orang menganggap kedua kata ini sama atau serupa. Beberapa bahkan berpikir bahwa kata-kata ini hanyalah sinonim satu sama lain. Tapi semua orang salah atau memiliki kesalahpahaman mengenai dua kata ini. Mari kita coba untuk membedakan antara kuman dan bakteri.

Kuman dianggap mikroorganisme berbahaya sedangkan bakteri merupakan klasifikasi mikroorganisme yang luas. Kuman umumnya dikenal sebagai biang keladinya atau mikroorganisme buruk sedangkan bakteri dapat diklasifikasikan sebagai bakteri baik atau bakteri jahat. Ini umumnya perbedaannya.

Kuman dapat diklasifikasikan sebagai mikroorganisme berbahaya atau mikroba buruk seperti bakteri jahat, virus jahat, jamur yang tidak baik, dan protozoa yang buruk. Bakteri adalah organisme uniseluler yang mendapat makanan dari lingkungannya. Sebagian besar bertahan di tubuh manusia. Ini bisa tumbuh di dalam atau di luar tubuh. Sebagian besar bakteri menyebabkan infeksi seperti sakit tenggorokan, infeksi telinga, pneumonia, dan banyak lagi. Ini bisa diobati dengan antibakteri atau antibiotik. Virus lebih banyak mengandung jenis mikroba berbahaya dibandingkan bakteri. Ini berkembang biak dan bereproduksi. Penyakit yang umumnya ditimbulkan virus adalah: meningitis, cacar air, campak, flu, dan HIV yang akan berubah menjadi AIDS. Ini bisa diobati dengan anti-virals.

Jamur, di sisi lain, adalah bentuk mikroba yang lebih buruk. Sebagian besar jamur menyebabkan masalah kulit seperti infeksi jamur. Ini biasanya gatal. Mikroba ini hidup di lingkungan lembab dan hangat. Intervensi untuk ini adalah anti-fungals. Protozoa juga organisme uniseluler. Ini biasanya menetap di usus dan dapat menyebabkan masalah yang berbeda seperti diare, mual, dan sakit perut.

Bakteri, di sisi lain, bisa menjadi baik atau buruk. Tidak semua bakteri berbahaya. Beberapa bermanfaat. Sebagian besar bakteri baik menetap di dalam perut dan usus kita. Salah satunya adalah lactobacilli. Bakteri jenis ini bermanfaat bagi manusia yang pada gilirannya menjaga homeostasis. Bakteri ini juga bermanfaat dalam membuat vaksin dengan bantuan ilmuwan.

Ringkasan:

1. Kuman dianggap mikroorganisme berbahaya sedangkan bakteri merupakan klasifikasi mikroorganisme yang luas.

2. Kuman adalah mikroorganisme yang buruk sementara bakteri dapat diklasifikasikan sebagai baik atau buruk.

3. Kuman terdiri dari mikroba buruk yang bisa menjadi bakteri jahat, virus jahat, jamur buruk, atau protozoa buruk yang berbahaya bagi manusia.