Perbedaan antara Zeppelins dan Blimps Perbedaan Antara

Anonim

Zeppelins vs Blimps

Count Ferdinand von Zeppelin adalah pencipta desain yang menjadi dasar pembuatan zeppelin, semacam pesawat kaku. Mereka banyak digunakan sebagai pembom dan pengintai oleh orang Jerman selama Perang Dunia 1. Popularitas untuk zeppelin sipil tumbuh pada tahun 1920an, dan sepanjang tahun 1930an. Pada dasarnya, zeppelin terbuat dari kerangka kaku paduan logam, dibentuk oleh cincin dan balok yang membentang secara longitudinal. Desain ini menguntungkan, karena pesawat bisa dibangun lebih besar daripada pesawat yang tidak kaku, sehingga beban yang lebih berat diangkat dan mesin lebih kuat dipasang, dan juga dapat menempuh jarak yang jauh dalam mengubah kondisi cuaca. Airships yang tidak kaku, seperti balon udara, menggunakan overpressure yang terkandung dalam kantong gas tunggal untuk mempertahankan bentuknya. Generasi pertama zeppelin sangat mendasar, terdiri dari bejana silinder panjang, yang merata pada kedua ujungnya, dan dengan sirip multi-pesawat.

Blimps, pada dasarnya adalah airships yang tidak kaku, yang tidak memiliki keel dalam untuk mendukung bentuknya. Sebuah balon udara tidak mengandung bentuk struktur atau kerangka internal yang kaku untuk menjaga bentuk kantung udara. Sebagai gantinya, mereka dipenuhi dengan gas ringan bertekanan tinggi, yang memberikan kekuatan 'lifting' untuk pesawat terbang, serta mempertahankan bentuknya. Perona pipi tampak seperti balon tertekuk dalam bentuk, tapi tidak seperti balonnya, balon udara sudah mendapat dorongan. Sebuah balon udara berisi mobil penumpang, juga disebut 'gondola', dan ini adalah satu-satunya bagian yang solid dari pesawat terbang. Perubahan suhu menghasilkan volume bergantian dari gas pengangkat, namun hal ini diimbangi dengan menggunakan kantung udara atau ballonet, yang mempertahankan tekanan konstan. Blimp membutuhkan tekanan yang cukup untuk mempertahankan kecepatan dan kecepatan. Terlampir pada mobil penumpang adalah mesin baling-baling, yang bisa dibendung dalam beberapa model. Lambung kapal dapat digelembungkan dengan menggunakan arus udara baling-baling, namun ukuran baloknya sangat terbatas oleh ketidakstabilan lambung kapal. Karena fakta bahwa mereka cukup mudah untuk dibangun, balon udara adalah airships yang paling umum dibuat.

Ringkasan:

1. Blimps menjaga bentuknya dengan menggunakan tekanan berlebih internal, sementara Zeppelins memiliki struktur kerangka kerja yang kaku yang memberi mereka bentuknya.

2. Karena kekakuan mereka, zeppelin dapat menempuh jarak lebih jauh dari pada balon udara, yang bentuknya dapat dipengaruhi oleh perubahan cuaca.

3. Zeppelin bisa membawa beban yang jauh lebih berat daripada balon udara.