Perbedaan antara hipertensi gestasional dan preeklampsia Perbedaan Antara

Anonim

Hipertensi gestasional vs Preeklamsia

Pendahuluan

Hipertensi gestasional dan preeklampsia keduanya adalah kondisi yang terjadi selama kehamilan. Hipertensi gestasional juga disebut sebagai hipertensi yang diinduksi kehamilan (PIH). Hal ini didefinisikan sebagai tekanan darah tinggi yang diukur di atas 140 / 90mmHg pada wanita hamil tanpa adanya proteinuria (protein gips hadir dalam urin) dan yang terjadi di luar 20 minggu masa kehamilan. Tekanan darah tinggi ini terjadi sebagai kejadian baru tanpa riwayat hipertensi sebelumnya pada individu. Pre-eklampsia atau preeklamsia didefinisikan sebagai adanya tekanan darah tinggi bersamaan dengan adanya proteinuria yang terjadi di luar usia kehamilan 20 minggu.

Perbedaan penyebab dan faktor risiko

Penyebab hipertensi gestasional adalah obesitas, usia di atas 35 tahun, riwayat diabetes dan kelainan ginjal masa lalu, kehamilan multipel seperti kembar, kembar tiga dan kelainan plasenta. Faktor risiko preeklamsia termasuk nulidaria (wanita yang belum pernah diberikan pada anak sebelumnya), riwayat hipertensi sebelumnya, kelainan plasenta seperti pembentukan abnormal dan fungsi abnormal, riwayat keluarga preeklampsia dan usia di atas 35 tahun.

Perbedaan diagnosis

Wanita diberi label memiliki hipertensi gestasional saat dua pembacaan berturut-turut yang dilakukan sekurangnya 6 jam terpisah lebih dari 140 / 90mmHg. Patogenesis preeklamsia adalah karena pembentukan plasenta abnormal atau kelekatan plasenta yang abnormal ada oksigenasi yang lebih rendah pada janin dan kantung gestasional. Hal ini menyebabkan perkembangan stres oksidatif dan pelepasan enzim peradangan dalam tubuh. Enzim inflamasi ini akan menyebabkan disfungsi endotel (sel-sel pembuluh darah) dan menyebabkan kerusakan organ iskemik (keadaan penurunan oksigenasi). Preeklamsia adalah tahap yang sangat serius dimana ada potensi bahaya bagi kehidupan pasien karena kegagalan organ dapat terjadi atau jika eklampsia yang tidak diobati dapat terjadi. Bengkak atau edema tangan dan wajah biasanya terlihat pada preeklampsia. Edema juga akan pitting (jika Anda menekan bagian edematous dengan jari Anda maka depresi akan terbentuk di tempat itu) di alam.

Hipertensi gestasional adalah tekanan darah tinggi sederhana sedangkan preeklampsia melihat keterlibatan ginjal disertai tekanan darah tinggi. Pasien yang menderita hipertensi akibat kehamilan tinggi akan mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan dalam mengurangi jumlah garam sedangkan pasien dengan preeklamsia harus melakukan tindakan tegas seperti istirahat di tempat tidur. Suplai darah sangat terpengaruh pada preeklampsia dan oleh karena itu penelitian Doppler pada arteri dan vena uterine disarankan setelah seseorang memiliki protein yang sesuai dengan sampel urin.

Perbedaan pengobatan

Pengobatan hipertensi gestasional adalah dengan pengobatan anti-hipertensi yang tidak membahayakan janin namun sekaligus membantu mengurangi tekanan darah. Janin yang ibunya minum obat anti-hipertensi mungkin berisiko mengalami perkembangan maldevelopment paru-paru.

Pencegahan preeklampsia dilakukan dengan memberi aspirin dosis rendah pada pasien berisiko tinggi dan juga obat hipertensi pada pasien yang didiagnosis preeklampsia. Seseorang juga harus memantau suplai darah dan merencanakan pengiriman yang aman terlebih dahulu. Bayi saat mencapai viabilitas dapat diikutsertakan untuk diantar dengan operasi caesar yang direncanakan sehingga dapat menghindari risiko lebih lanjut terhadap janin dan juga ibu. Magnesium sulfat diberikan untuk menghindari eklampsia yang merupakan komplikasi preeklamsia yang paling umum dan berbahaya.

Ringkasan:

Hipertensi gestasional adalah hipertensi saja tapi preeklamsia adalah hipertensi bersamaan dengan adanya protein dalam urin di luar 20 minggu kehamilan.