Perbedaan Antara Ibuprofen dan Naproxen Perbedaan Antara

Anonim

Ibuprofen vs Naproxen

Ibuprofen adalah obat tertentu yang termasuk dalam kategori obat anti-inflamasi nonsteroid atau NSAID. Ibuprofen cenderung bekerja dengan menciptakan pengurangan sekresi hormon yang memulai peradangan dan rasa sakit yang terkait di dalam tubuh. Ini digunakan untuk mengobati demam, nyeri dan pembengkakan yang disebabkan oleh berbagai macam sakit kepala, sakit punggung, sakit gigi, radang sendi dan kram menstruasi. Di sisi lain, Naproxen juga merupakan obat NSAID tapi juga mengobati kondisi yang berbeda. Naproxen dioleskan untuk mengobati peradangan dan nyeri akibat spondilitis, ankylosing, gout, bursitis, tendonitis, dll.

Berikut adalah daftar beberapa efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi Ibuprofen.

  • Efek gastrointestinal kecil yang merugikan
  • Dyspepsia
  • Mual
  • Ulserasi dan Pendarahan
  • Bangkit pada enzim hati
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Retensi Garam dan Cairan
  • Hipertensi

Selain efek utama ini, Ibuprofen juga menyebabkan fotosensitisasi karena merupakan agen aktif. Ini mungkin juga menimbulkan risiko infark miokard dan beberapa penyakit radang usus juga. Di sisi lain, Naproxen memiliki kecenderungan untuk menghambat ekskresi lithium dan sodium yang meningkat. Oleh karena itu pasien yang mengonsumsi obat ini disarankan untuk berhati-hati saat meminumnya dengan suplemen untuk lithium. Pasien yang menderita hipertensi tidak seharusnya minum obat ini. Wanita hamil sebaiknya tidak minum obat ini selama trimester pertama karena dapat menyebabkan cacat lahir bawaan dan bahkan kelainan jantung dari waktu ke waktu. Pasien usia lanjut yang memakai Naproxen bahkan mungkin mengalami serangan jantung atau stroke.

Ibuprofen sangat mirip dengan aspirin dan bekerja dengan cara yang sama. Ini mengurangi produksi prostaglandin di dalam tubuh melalui sedikit reaksi kimia. Tapi ini berbeda dengan efek Naproksen yang memulai tingkat iritasi yang lebih rendah di lapisan dalam kerongkongan dan perut. Makanya sangat cocok untuk digunakan oleh penderita maag. Sedangkan di sisi lain, Naproxen benar-benar dilarang untuk penderita maag karena dapat menyebabkan perdarahan internal.

Tapi efek menghilangkan rasa sakit dari Naproxen cenderung bertahan lebih lama dari pada Ibuprofen. Efek Naproksen berlangsung selama 8 sampai 12 jam sedangkan Ibuprofen berlangsung selama 4 sampai 8 jam.

Ringkasan:

1. Ibuprofen diterapkan dalam pengobatan sakit gigi, radang sendi, sakit punggung, sakit kepala dan kram menstruasi sementara Naproxen diaplikasikan untuk mengobati spondilitis, ankylosing, gout, bursitis, dll.

2. Efek samping umum Ibuprofen adalah mual, dispepsia, diare dan infark miokard.Di sisi lain Naproxen menyebabkan ekskresi lithium, kelainan jantung dan cacat lahir bawaan.

3. Efek Ibuprofen berlangsung selama 4 sampai 8 jam sedangkan Naproxen bertahan selama 8 sampai 12 jam.