Perbedaan Antara Intuisi dan Paranoia | Intuisi vs Paranoia

Anonim

Key Perbedaan - Intuisi vs Paranoia

Intuisi dan paranoia adalah dua istilah di antara perbedaan kunci yang dapat dilihat walaupun keduanya memiliki atribut umum tertentu. Intuisi adalah kemampuan untuk memahami atau mengetahui sesuatu tanpa penalaran sadar sedangkan paranoia mewakili ketakutan yang berlebihan atau ketidakpercayaan yang tidak adil terhadap orang lain . Intuisi beroperasi sebagai panduan dalam hidup, tidak seperti paranoia yang sebagian besar bisa merusak. Apa itu Intuisi?

Kamus Bahasa Inggris Oxford mendefinisikan intuisi sebagai kemampuan untuk memahami atau mengetahui sesuatu tanpa penalaran sadar. Intuisi bukanlah sesuatu yang baru bagi kita. Sebenarnya, intuisi mengacu pada suara hati ini yang menuntun kita atau mengarahkan kita menuju arah yang spesifik. Dalam percakapan sehari-hari, kita menyebutnya firasat. Pernahkah Anda mengalami situasi di mana Anda merasa ada sesuatu yang tidak benar, atau mendengarkan seseorang berbicara dan merasa terbaring tanpa alasan logis? Ini adalah intuisi. Intuisi adalah cara untuk mengetahui sesuatu tanpa logika atau akal. Kadang-kadang, kita cenderung memikirkan hal ini, tapi di lain waktu kita sering membuangnya sebagai omong kosong.

Psikolog menyoroti bahwa intuisi memainkan peran kunci dalam mencapai keputusan karena mengurangi jarak antara akal dan naluri. Beberapa bahkan menyoroti bahwa intuisi membawa pikiran bawah sadar kita ke permukaan. Salah satu elemen kunci yang harus diingat adalah intuisi atau firasat memberi kita keunggulan atau bentuk kepercayaan diri yang tidak dapat diperoleh melalui penalaran logis. Inilah sebabnya mengapa beberapa orang mengatakan bahwa 'rasanya benar'.

Apa itu Paranoia?

Paranoia mengacu pada ketakutan yang berlebihan atau ketidakpercayaan yang tidak adil terhadap orang lain. Ini adalah sesuatu yang kita semua alami di beberapa titik atau lainnya dalam kehidupan. Mirip dengan firasat kita, paranoia juga tidak memiliki bukti pendukung. Tapi perbedaan utamanya adalah bahwa paranoia sebagian besar bersifat merusak. Bila seseorang paranoid, dia menciptakan pembenaran dan keyakinannya sendiri dan tidak dapat diyakinkan akan kebenaran. Sekali lagi ini menandai perbedaan yang jelas antara paranoia dan intuisi. Intuisi tidak mengarah pada pembangunan seperangkat keyakinan dan pemikiran irasional; Sebaliknya, itu hanya memberi kita kesadaran kesadaran atau peringatan dan reda.

Dalam psikologi, paranoia dapat dipahami sebagai kondisi mental di mana seseorang memiliki delusi penganiayaan dan kemegahan. Orang seperti itu bisa menderita rasa mengkhianati, marah, dan bahkan takut.Hal ini bisa disebabkan karena disfungsi mental dan emosional. Seseorang dapat paranoid tentang kehidupan pribadinya, hubungan atau bahkan tentang berbagai kejadian.

Apa perbedaan antara Intuisi dan Paranoia?

Definisi Intuisi dan Paranoia: Intuisi adalah kemampuan untuk memahami atau mengetahui sesuatu tanpa penalaran sadar.

Paranoia:

Paranoia mengacu pada ketakutan yang berlebihan atau ketidakpercayaan yang tidak adil terhadap orang lain.

Karakteristik Intuisi dan Paranoia: Alam:

Intuisi: Intuisi bertindak sebagai pemandu. Paranoia:

Paranoia menyebabkan ketakutan irasional dan bisa merusak.

Dasar Rasional:

Intuisi: Intuisi tidak memiliki dasar rasional.

Paranoia: Paranoia tidak memiliki dasar rasional.

Persepsi:

Intuisi: Dalam intuisi individu tidak menciptakan persepsi sendiri. Paranoia:

Paranoia mengarah pada penciptaan sebuah persepsi yang dibangun atas ketakutan yang berlebihan yang melarang orang tersebut untuk melihat kebenaran. Kondisi medis:

Intuisi:

Intuisi adalah sesuatu yang kita semua miliki dan bukan kondisi medis. Paranoia: Paranoia adalah sesuatu yang bisa kita alami, tapi ini bisa menjadi kondisi mental dimana seseorang memiliki delusi penganiayaan dan kemegahan.

Gambar Courtesy: 1. Intuisi Oleh Vincent Brown [CC BY-SA 2. 0] via Flickr

2. Paranoia HLM logo Oleh Michael "BuZZeR" Kadykov [CC BY-SA 3. 0], melalui Wikimedia Commons