Perbedaan Antara Minggu dan Lemah Perbedaan Antara

Anonim

Apa perbedaan antara 'minggu' dan 'lemah'? Kedua kata tersebut diucapkan persis sama dan berbeda hanya dengan sepucuk surat ejaan. Namun, maknanya sama sekali berbeda dan tidak berhubungan.

'Minggu' adalah sebuah kata benda dan mengacu pada periode tujuh hari berturut-turut. Umumnya, ini digunakan untuk berarti hari Minggu yang ditetapkan sampai Sabtu yang menempati baris dalam kalender standar, namun ini bisa berarti periode tujuh hari berturut-turut. Misalnya: Apa yang kamu lakukan minggu ini? Contoh ini mengacu pada minggu kalender standar. Contoh lain: Saya akan berlibur selama seminggu. Ini menunjuk pada satu minggu tujuh hari berturut-turut. Dalam bahasa Inggris Inggris, 'minggu' biasanya digunakan untuk waktu tujuh hari sebelum atau sesudah tanggal tertentu. Sebagai contoh: Seminggu yang lalu, saya memulai pekerjaan baruku. Akhirnya dalam Bahasa Inggris Bisnis, 'minggu' digunakan untuk berarti hari-hari dari hari Senin sampai Jumat ketika orang biasanya bekerja. Sebagai contoh: Saya mendapatkan dua minggu liburan. Pernyataan ini berarti setara dengan total 10 hari pembayaran, bukan 14, karena 'minggu' berarti hari kerja saja. Hal ini dipahami dalam konteks kerja atau bisnis, bahwa 'minggu' hanya mengacu pada hari-hari dimana orang biasanya bekerja dalam seminggu.

'Lemahnya', di sisi lain, memiliki arti yang sama sekali berbeda. Itu berarti memiliki sedikit kekuatan fisik atau kemampuan, seperti tidak kuat. Ini bisa digunakan untuk mengukur kekuatan fisik atau kekuatan. Sebagai contoh: Saya merasa lemah setelah flu sepanjang minggu. Bila digunakan bersamaan dengan bagian tubuh, itu berarti mudah kesal. Misalnya: Dia memiliki perut lemah, dan tidak bisa mengkonsumsi makanan yang berbau busuk. 'Lemah' juga bisa digunakan dengan benda mati untuk menunjukkan sedikit kekuatan, intensitas atau kekuatan. Misalnya: Cahaya menjadi sangat lemah sebelum mati. Selain itu, ini bisa berarti tidak mampu mempertahankan atau memberi banyak tekanan, tekanan atau ketegangan, dan karena itu tidak mampu melawan kekuatan atau serangan luar. Karena itu, objek tersebut diperkirakan akan pecah atau berhenti bekerja. Sebagai contoh: Hati-hati dengan apa yang Anda taruh di meja itu, itu lemah. 'Lemah' juga bisa berarti ada yang encer atau kekurangan bahan yang dibutuhkan. Misalnya: kopi itu terlalu lemah. Dalam arti kimia yang terkait dengan ini, ini bisa merujuk pada sesuatu yang hanya mengionisasi sedikit larutan, seperti asam lemah atau basa.

Secara lebih abstrak, 'lemah' bisa berarti tidak diputuskan atau tidak yakin. Seiring dengan ini adalah maknanya, bisa digunakan untuk tidak tahan terhadap persuasi atau godaan. Misalnya: tekadnya untuk tidak makan makanan penutup itu lemah. 'Lemah' juga bisa berarti tidak beralasan atau faktual. Sebagai contoh: Argumennya tentang masalah ini sangat lemah. Seseorang mungkin juga mengatakan bahwa mereka lemah dalam melakukan sesuatu, yang berarti bahwa keterampilan mereka kurang.Sebagai contoh: Matematika adalah topik terlemah saya. Akhirnya, 'lemah' memiliki makna linguistik, yang berarti sedikit atau tanpa stres. Misalnya: Itu adalah suku kata yang lemah dan tidak stres.