Perbedaan Antara Abiotik dan Biotik Perbedaan Antara

Anonim

Kami menyebut istilah Biotik untuk makhluk hidup sedangkan benda abiotik adalah benda yang tidak hidup. Organisme yang mendapatkan nutrisi, melakukan metabolisme, menghasilkan energi, dan bisa bergerak di sekitarnya biotik. Mereka bisa tumbuh, bereproduksi, menjaga homeostasis, beradaptasi, dan berevolusi. Contoh abiotik adalah - batu, tanah, dll.

Terkadang ekosistem dibagi menjadi ekosistem biotik dan abiotik. Komunitas organisme yang tinggal di daerah tersebut terdiri dari komponen biotik ekosistem. Komunitas mencakup organisme dan tindakan seperti mutualisme dan predasi. Dan lingkungan di mana organisme tumbuh subur adalah ekosistem abiotik. Komponen abiotik termasuk energi yang dihasilkan melalui bersepeda nutrisi, energi matahari, dan komponen non-hidup lainnya di ekosistem. Komponen abiotik ekosistem bisa berupa suhu, cahaya, arus udara, dll.

Komponen biotik membentuk ekosistem dan merupakan komponen hidup di lingkungan organisme. Di ekosistem padang rumput, komponen biotik bisa dikategorikan sebagai produsen, konsumen, dan pengurai. Produsen menangkap energi matahari, menggunakan nutrisi yang tersedia, dan menghasilkan energi. Misalnya, rumput, pohon, lumut, cyanobacteria, dan sebagainya adalah penghasil. Konsumen tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi atau menangkap energi sendiri dan bergantung pada produsen. Mereka adalah herbivora, karnivora, dan omnivora. Dekomposer memecah lapisan organik yang memberi nutrisi bagi produsen. Serangga, jamur, bakteri, dll adalah contoh dekomposer. Di ekosistem padang rumput, tanah merupakan penghubung penting antara komponen biotik dan abiotik.

Faktor abiotik mempengaruhi organisme hidup di masyarakat. Di ekosistem yang tandus organisme baru mulai menjajah ekosistem. Mereka bergantung pada komponen lingkungan untuk berkembang dengan baik di sistem. Komponen lingkungan yang memfasilitasi berkembangnya organisme adalah faktor abiotik. Bisa jadi tanah, iklim, air, energi, dan apapun yang membantu rezeki organisme. Komponen abiotik mempengaruhi siklus evolusi.

Dalam ekosistem, jika satu faktor diubah, hal itu dapat mempengaruhi keseluruhan sistem. Ketersediaan sumber daya lain di sistem dapat terpengaruh secara keseluruhan. Manusia mampu mengubah lingkungan fisik melalui pembangunan, konstruksi, pertanian, dan polusi. Akibatnya komponen abiotik dalam sistem berubah dan mempengaruhi organisme biotik. Pemanasan global mempengaruhi banyak organisme seperti tumbuhan dan mikroba. Hujan asam telah mengakibatkan penghancuran populasi ikan.

Terlepas dari faktor biotik dan abiotik, ada beberapa faktor yang menentukan jumlah dan jenis organisme dalam suatu sistem. Faktor-faktor ini dikenal sebagai faktor pembatas. Faktor pembatas mampu membatasi kelebihan populasi spesies apapun. Di Arktik, suhu rendah secara permanen membatasi pertumbuhan pohon dan tanaman lainnya.