Perbedaan Antara Bahasa Induktif dan Deduktif Pengajaran dan Pembelajaran Perbedaan Antara

Anonim

Pengajaran dan Pembelajaran Guru Induktif vs Deduktif

Pembelajaran dan pembelajaran bahasa induktif dan deduktif sangat penting dalam pendidikan. Mereka adalah dua metode pembelajaran yang berbeda dan berlawanan. Keduanya membutuhkan kehadiran seorang guru / instruktur dan pelajar / pelajar. Perbedaan terbesar antara kedua metode tersebut adalah fokus dan arus informasi serta peran guru dan siswa.

Pembelajaran dan pembelajaran induktif berarti bahwa arah arus informasi dari spesifik ke umum. Dalam hal mengajar, pelajaran dimulai dengan kegiatan atau eksperimen. Hal ini sebagian besar berfokus pada siswa dan kemampuan dan kemampuan mereka, bukan pada guru.

Ada banyak keuntungan dari pengajaran dan pembelajaran induktif; Pengetahuan diperoleh secara alami oleh paparan, dan siswa didorong untuk memanfaatkan keterampilan penalaran, pengetahuan, kecerdasan, dan fokus mental mereka. Metode ini juga mengukur bagaimana seorang siswa membuat koneksi berdasarkan informasi yang disajikan.

Karena pembelajaran dan pembelajaran induktif melibatkan perspektif siswa, lebih mudah bagi siswa untuk mempelajari konsepnya. Konsep dengan metode ini bisa dipersonalisasi dan mudah diingat dan dipahami. Ini adalah metode penemuan dan bisa memakan waktu sekaligus menuntut imajinasi dan kreativitas seorang siswa. Ajaran induktif sangat cocok untuk sekelompok kecil siswa dengan guru yang kompeten dan berpengalaman yang tahu bagaimana melakukan penyesuaian sepanjang pelajaran.

Bagian pendamping pengajaran dan pembelajaran induktif adalah pengajaran dan pembelajaran deduktif. Dalam metode ini, peran guru sangat menonjol karena dia adalah orang yang memberi dan menyebarkan semua informasi. Aliran informasi dalam metode ini adalah dari umum ke spesifik. Metode deduktif adalah metode pengajaran dan pembelajaran tradisional. Pengetahuan diambil dari referensi atau sumber umum dan kemudian dikomunikasikan kepada pelajar.

Aliran informasi yang biasa dimulai dengan pengenalan dan presentasi konsep yang diikuti oleh aktivitas. Informasi didasarkan pada fakta, pernyataan, dan logika yang telah ditentukan sebelumnya. Metode ini mudah diterapkan, menyisakan sedikit ruang untuk kesalahan, dan informasi yang diajarkan valid. Ada juga ruang lingkup yang jelas dan jelas; Metode ini membutuhkan sedikit persiapan dari pihak guru.

Namun, pengajaran deduktif juga memiliki kekurangan, yang mencakup aliran yang sangat struktural dan dapat diprediksi. Metode ini juga menyisakan sedikit ruang untuk interaksi, yang membuat paling efektif untuk kelompok siswa yang lebih besar.Dalam hal aplikasi dalam bahasa, kedua metode diterapkan dalam mode bahasa, konsep, dan contoh yang berbeda. Misalnya, metode induktif diterapkan dalam mengembangkan cerita atau pekerjaan. Di sisi lain, metode deduktif dapat berguna dalam menjelaskan karya sastra.

Ringkasan:

1. Metode deduktif dan induktif dalam pengajaran dan pembelajaran berbeda dalam banyak aspek.

2. Dalam pembelajaran induktif, arus informasi dari spesifik ke umum, dan lebih terfokus pada siswa.

3. Di sisi lain, arus informasi metode deduktif bergerak dari umum ke yang spesifik, dan lebih terfokus pada guru.

4. Metode deduktif memperkenalkan konsep dan prosesnya sebelum menerapkannya dalam tes atau aktivitas. Sementara itu, dalam metode induktif, aktivitas atau tes diperkenalkan terlebih dahulu sebelum diskusi konsep dimulai.

5. Metode deduktif digunakan dalam setting kelas yang besar, sedangkan metode induktif efektif bila digunakan pada kelompok kecil siswa.

6. Metode deduktifnya tradisional, terstruktur, dan mudah ditebak, sedangkan metode induktif dipersonalisasi, dan konsepnya mudah diingat dan dipahami.

7. Metode deduktif adalah metode verifikasi dimana informasi berasal dari sumber tertentu dan disampaikan kepada siswa secara langsung, sedangkan metode induktif adalah pendekatan penemuan dan bergantung pada perspektif siswa atau pemahaman tentang sebuah konsep.