Perbedaan Antara Amortisasi dan Penurunan

Amortisasi vs Penurunan

Perusahaan memiliki sejumlah aset termasuk aset tetap yang digunakan dalam produksi barang dan jasa, aset lancar yang dapat digunakan untuk menutup biaya operasional sehari-hari, dan aset tak berwujud seperti goodwill perusahaan. Aset dicatat di neraca perusahaan dengan nilai biaya. Nilai aset perusahaan berkurang dari waktu ke waktu dan oleh karena itu, perlu disesuaikan dengan nilai pasar wajarnya. Aset dan amortisasi aset adalah konsep yang berkaitan dengan penyesuaian biaya aset terhadap nilai pasar wajarnya. Terlepas dari kesamaan antara kedua konsep tersebut, ada beberapa perbedaan penting. Artikel berikut melihat lebih dekat kedua istilah ini dan menguraikan persamaan dan perbedaan di antara keduanya.

Apa itu Penurunan?

Mungkin ada contoh di mana aset tetap kehilangan nilainya dan perlu dituliskan dalam buku akuntansi perusahaan. Dalam contoh seperti itu, nilai aset dituliskan ke harga pasar sebenarnya atau dijual. Aset yang kehilangan nilainya dan perlu dicatat dianggap sebagai aset yang mengalami penurunan nilai. Aset dapat menjadi terganggu karena sejumlah alasan, termasuk menjadi usang, gagal memenuhi standar peraturan, kerusakan aset, perubahan kondisi pasar. Begitu aset telah dirugikan, kemungkinan besar aset tersebut harus ditulis; Oleh karena itu, aset tersebut harus dievaluasi secara hati-hati sebelum dikategorikan sebagai aset yang mengalami gangguan. Akun perusahaan lain seperti goodwill dan piutang juga dapat menjadi terganggu. Perusahaan diwajibkan untuk melakukan pengujian rutin atas penurunan nilai aset (terutama goodwill), dan kemudian menghapuskan penurunan nilai.

Apakah Amortisasi itu?

Prinsip akrual dalam akuntansi menyatakan bahwa biaya aset harus dibebankan selama masa manfaatnya. Amortisasi adalah salah satu metode yang digunakan dalam akuntansi akrual untuk menyimpulkan nilai pasar wajar suatu aset tak berwujud. Amortisasi sama dengan depresiasi; Namun, sementara depresiasi lebih dari aset real aset amortisasi melebihi aset tak berwujud seperti goodwill perusahaan. Jika aset tersebut diamortisasi, biaya tersebut akan diturunkan selama jangka waktu dimana aset tersebut digunakan, untuk menunjukkan nilai aset tak berwujud yang lebih realistis dan wajar. Sebagai contoh, sebuah perusahaan farmasi telah memperoleh hak paten atas obat baru, untuk jangka waktu 10 tahun. Perusahaan melakukan amortisasi ini dengan membagi biaya yang terlibat dalam menciptakan obat selama masa hak paten, dan setiap bagian biaya dicatat sebagai biaya dalam laporan laba rugi dan dikurangi dari biaya perolehan.

Amortisasi vs Penurunan nilai

Penurunan dan amortisasi keduanya digabungkan dalam prinsip akuntansi akrual yang mengharuskan perusahaan mencatat aset pada nilai pasar wajarnya. Namun, ada sejumlah perbedaan besar di antara keduanya. Penurunan terjadi bila nilai aset berkurang drastis akibat kerusakan aset, aset yang menjadi usang, atau skenario lain dimana nilai aset turun, yang menciptakan kebutuhan akan nilai aset yang akan dituliskan ke asetnya. nilai pasar sebenarnya Amortisasi adalah proses kontinyu dimana biaya aset dibebankan selama masa manfaatnya. Nilai aset dikurangi dengan jumlah yang proporsional, yang dicatat sebagai biaya dalam laporan laba rugi. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan nilai wajar aset, karena nilai aset berkurang seiring berjalannya waktu.

Apa perbedaan antara Amortisasi dan Penurunan?

• Nilai aset perusahaan berkurang dari waktu ke waktu dan oleh karena itu, perlu disesuaikan dengan nilai pasar wajarnya. Aset dan amortisasi aset adalah konsep yang berkaitan dengan penyesuaian biaya aset terhadap nilai pasar wajarnya.

• Bila aset diamortisasi, biayanya dinaikkan selama periode waktu aset tersebut digunakan, untuk menunjukkan nilai aset tak berwujud yang lebih realistis dan wajar. Penurunan terjadi ketika nilai aset menurun drastis, akibat kerusakan aset, aset menjadi usang, atau skenario lain dimana nilai aset turun dan menciptakan kebutuhan akan nilai aset untuk dituliskan ke nilai pasar sebenarnya.