Perbedaan Antara Fasisme dan Komunisme dan Totalitarianisme

Anonim

Fasisme vs Komunisme vs Totalitarianisme

Ada berbagai ideologi politik dan ekonomi di dunia seperti kapitalisme, sosialisme, fasisme, komunisme dan totalitarianisme. Ada saat ketika ideologi ini berlaku di berbagai negara di dunia. Dunia terbagi dalam beberapa baris karena ideologi ini. Itu adalah perpecahan dari Uni Soviet komunis di tahun delapan puluhan dan awal sebuah revolusi yang disebut internet yang membawa perubahan laut dalam kondisi geo politik dunia. Ideologi telah meleleh dengan arus informasi yang bebas dan tidak ada negara yang saat ini dapat dikatakan mengikuti ideologi tertentu dalam arti kata yang paling ketat. Hal ini karena keinginan kuat negara untuk berada di arus utama dan juga untuk memanfaatkan secara maksimal liberalisasi ekonomi. Namun, penting untuk mengetahui perbedaan antara ideologi yang berbeda dan artikel ini bermaksud mengklarifikasi fasisme, komunisme dan totalitarianisme.

Ideologi di mana bangsa atau ras disimpan di atas segalanya berasal dari Italia Mussolini dan kemudian menyebar ke Jerman di mana Adolf Hitler menyebabkan jatuhnya bangsanya dan menjerumuskan dunia ke dalam Perang Dunia ke-3. II karena pemikirannya bahwa Nazi adalah ras yang paling unggul dan itu dimaksudkan untuk menguasai dunia. Fasisme menggunakan mesin negara untuk propaganda palsu dan penyensoran untuk menekan oposisi politik. Dalam fasisme, negara adalah yang tertinggi dan mutlak, dan individu dan kelompok hanya relatif. Analis politik menganggap fasisme berada di ujung spektrum politik. Bertentangan dengan kepercayaan populer, fasisme menentang komunisme, demokrasi, liberalisme, konservatisme, dan bahkan kapitalisme. Kaum fasis percaya pada perang dan kekerasan karena mereka berpikir bahwa bantuan ini dalam regenerasi dan supremasi nasional atas negara-negara lain.

Komunisme Komunisme adalah salah satu ideologi yang masih populer di beberapa belahan dunia meskipun telah banyak diencerkan setelah runtuhnya Uni Soviet di tahun delapan puluhan. Republik Uni Soviet yang dulu memisahkan diri dari sekarang ini memiliki kecenderungan terhadap kapitalisme karena mereka terkesan dengan kemajuan yang telah dicapai negara-negara barat.

Komunisme bertujuan untuk masyarakat tanpa kelas dimana setiap orang setara, dan bahkan negara itu berlebihan. Ini adalah skenario ideal yang tidak mungkin dicapai sehingga komunisme tidak akan pernah sempurna. Ia percaya pada kepemilikan bersama dan akses bebas terhadap barang konsumsi. Komunisme tidak percaya pada kepemilikan pribadi dan bahkan keuntungan individu.

Ada banyak orang yang menganggap bahwa sosialisme dan komunisme sama tapi menurut Marx, sosialisme hanyalah awal dari sebuah demonstrasi panjang menuju komunisme.Totalitarianisme adalah ideologi yang percaya pada kekuatan politik total berada di tangan satu orang, atau kelas tertentu. Sistem politik ini tidak mengakui hak individu dan tidak menempatkan batasan pada wewenang negara. Ini mirip dengan kultus kepribadian dimana karisma seseorang bekerja berdasarkan massa melalui propaganda palsu dan penggunaan kekuatan brutal yang kejam. Cara lain untuk menekan oposisi adalah terorisme negara, pengawasan massal dan pembatasan pidato dan kebebasan tindakan. Sistem politik ini dekat dengan otoritarianisme dan kediktatoran namun tidak sesuai dengan keduanya.

Ringkasan

Fasisme berakar pada superioritas seseorang atau kelas dan mendekati totalitarianisme namun komunisme berbeda dari kedua ideologi ini karena ia percaya pada masyarakat kelas yang kurang dan tanpa kewarganegaraan. Fasisme dan totalitarianisme di sisi lain percaya pada kekuatan tak terkendali di tangan seseorang atau kelas dan percaya pada pembatasan pemikiran dan tindakan individu-individu di masyarakat.